Kamis, Juli 26, 2012
Pikiran yang Terkorup
Senin, Oktober 19, 2009
January oh january..
Jumat, Februari 06, 2009
MABOK!!!!
Bukan mabok karena hamil, bukan mabok karena alkohol, bukan pula mabok kepayang.
Tapii....., gw lg mabok gara2 penugasan yg gw pegang buaaaaanyak banget!!!!
Bisa bayangin ga:
8 reksa dana di 3 bank kustodian - baru 6 yg sedang dijalankan oleh rekan gw(sebenarnya gw pegang 4 tapi berhubung yg NGO dah dekat due date jadi gw tinggalkan dl)
1 NGO - musti kelar 15 februari 2009
1 sekuritas - masih belum mulai sih, tapi jadwalnya bakal bareng dgn reksa dana yg lg gw pegang
Gw kesel.....
Oiya pasti penasaran gw kerja apaan.. gw "auditor independen yg super hebat dgn banyak penugasan..."hueks......
Oiya lupa nambahin, yg lain due date nya 31 Maret semua karena harus lapor ke BAPEPAM
Selasa, Desember 09, 2008
Pilihan
Sebenarnya ini adalah postinganku di blog Friendster yg diposkan pada tanggal 30 November 2006. Ku pos kan lagi di sini untuk meramaikan blogku saja :D. Yah...selamat membaca, tetapi jika ada yang tersinggung mohon maaf ya.
Beberapa hari yang lalu saat lagi masak di dapur aku mikir…
Hidup ini sederhana banget ya.. Semua itu cuma masalah pilihan. Kamu bisa memilih untuk menjadi apa aja yang kamu mau atau yang gak kamu mau, semua itu bebas sama kamu. kalo kamu memilih untuk menjadi jahat, maka jahatlah kamu. Tapi kamu juga bisa kok mengesampingkan pilihan untuk menjadi jahat dan mencoba menjadi baik.
Tapi gak sesederhana itu ya.. Setiap pilihan yang kita buat pasti ada konsekuensinya baik buruk maupun baik. Itu yang harus kita tanggung atas setiap pilihan kita. Kalo ternyata berakibat baik ya bagus. Tapi kalo berakibat buruk mungkin kamu dapat berusaha untuk memperbaikinya tapi kamu harus dapat menerimanya, jangan menimpakan kesalahan ke orang lain.
Misalnya nih, kamu mau melakukan sesuatu tapi bingung terus kamu minta pendapat orang lain. Kamu menerima pendapat orang tersebut. Kemudian belakangan diketahui kalo pilihan yang kamu buat salah. Jangan salahkan orang lain karena kamu turut andil dalam mengambil keputusan tersebut. Orang itu memang memberikan pendapat tapi kan karena kamu minta. Yah…mungkin orang yang kamu minta pendapat turut andil, tapi jangan lepas tangan karena kamu yang membuat keputusan.
Misalnya lagi nih ada orang gay, kemudian dia marah sama lingkungannya karena gak bisa menerima dia apa adanya. HEI… jangan salahkan lingkunganmu dong!!!! Kamu yang memilih untuk menjadi gay maka kamu harus menanggung akibatnya kalo orang gak bisa menerima kamu apa adanya karena kamu emang menyimpang dari semua norma dan peraturan agama yang ada. Kalo kamu dijauhi karena gak pengen anaknya ataupun dia sendiri tertular keanehan kamu itu hak mereka dong. Jangan marah. Kalo kamu bilang aku nggak pernah pengen kayak gini, dari kecil aku udah kayak gini, kenapa kamu gak memilih untuk sembuh?? Kenapa kamu memilih untuk tetap gay??
Mungkin aku terlalu keras ya.. tapi pikiran itu yang tergambar di otakku saat itu..
Sori bagi yang membaca kalau ada yang tersinggung.
Aku mengakui kalo pilihanku untuk menampilkan pikiranku dalam blog emang berisiko.. entah itu baik atau buruk :)
Rabu, Oktober 29, 2008
Banyak juga yang mencari di google dengan keyword gaji auditor
Jumat, Agustus 15, 2008
Perasaan Bersalah Karena Salah Print (Ratusan Lembar Lagi)
File tersebut berisikan 398 halaman (mati aku..). Dalam hati aku berpikir kalau aku print 1 halaman 1 lembar bayangkan berapa besar partisipasiku dalam penebangan pohon untuk produksi kertas. Akhirnya aku memutuskan untuk print bolak-balik seperti buku. Alhamdulillah aku berhasil print file tersebut dengan baik tanpa ada kertas yang terbuang (Bangga mode is ON). Tapi ini adalah kejadian di hari kedua setelah aku menerima file tersebut. Kalau kejadian di hari pertama sangat menyesakkan dada.
Hari pertama:
Aku terima file tersebut dan menerima penjelasan mengenai Risk Based Audit di Small- and Medium-sized Entities (SME). Risk Based Audit dimulai dari penerimaan klien (acceptance), kemudian risk assessment, risk respon baru ke reporting. Hal ini bisa aku baca dan pahami di file yang aku terima. Lalu aku pun disuruh mencetak file ini dan menjilidnya. Dan aku pun keluar dari ruangan bos. Berhubung saat itu aku lagi mencari hotel di Anyer untuk kegiatan hari sabtu nanti (saat itu hari Rabu) jadi aku teruskan kembali kegiatan pencarian hotel itu sembari mencetak file itu.
Kubuka file yang kuinginkan “2006_IAASB_Handbook.pdf”. Kulihat jumlah halamannya 1098 halaman. “Gile bener, banyak banget ya halamannya..”. Ku print deh model booklet bolak-balik biar hemat kertas (4 halaman dalam 1 lembar kertas, yaitu 2 halaman di bagian depan dan 2 di bagian belakang kertas) dan mengurangi penggunaan kertas as I am concern about global warming.
Logikaku kalo dibagi 4 berarti 1098 dibagi 4 sama dengan 275 lembar kertas yang harus digunakan. Lalu kuprint dengan opsi front sides only. Saat tengah mencetak kulirik kertas yang telah diprint, “Kok banyak banget ya.”, lalu dengan buru-buru ku interupsi proses print dengan menekan tombol cancel dan berpikir “Wah kayaknya salah nih, buang kertas deh”. Dan ternyata setelah ku cek kembali hasil print out ternyata aku telah melakukan kesalahan, aku salah mencetak file yang kuinginkan. Berarti aku telah membuang kertas banyak sekali (entah berapa ratus lembar). Hiks aku jadi sedih banget dan merasa bersalah nih. (T_T). Kenapa gak teliti ya jadi orang
Akhirnya hasil print out itu aku biarkan saja di tumpukan di mejaku. Teronggok di
Lompat ke hari ini:
Tadi aku telah menerima hasil jilid file tersebut. Hasilnya bagus kayak hasil profesional (ciee..).Tapi sayang setelah kubuka ternyata lemnya kurang bagus jadi kertasnya gampang lepas. Hiks (T_T)
Tapi ada satu yang menggembirakan, setelah aku lihat lagi hasil print out yang salah, aku lihat bahwa aku bisa menggunakan kertas itu dengan meneruskan saja print file yang kemaren, karena bagaimanapun file tersebut memang dibutuhkan karena berisikan “HANDBOOK OF INTERNATIONAL AUDITING, ASSURANCE, AND ETHICS PRONOUNCEMENTS, 2006 EDITION”. Tapi aku gak mau print sekarang ah, nanti aja karena mau membaca hasil print aku kemaren.