Selasa, Desember 09, 2008

Pilihan

Sebenarnya ini adalah postinganku di blog Friendster yg diposkan pada tanggal 30 November 2006. Ku pos kan lagi di sini untuk meramaikan blogku saja :D. Yah...selamat membaca, tetapi jika ada yang tersinggung mohon maaf ya.

Beberapa hari yang lalu saat lagi masak di dapur aku mikir…
Hidup ini sederhana banget ya.. Semua itu cuma masalah pilihan. Kamu bisa memilih untuk menjadi apa aja yang kamu mau atau yang gak kamu mau, semua itu bebas sama kamu. kalo kamu memilih untuk menjadi jahat, maka jahatlah kamu. Tapi kamu juga bisa kok mengesampingkan pilihan untuk menjadi jahat dan mencoba menjadi baik.

Tapi gak sesederhana itu ya.. Setiap pilihan yang kita buat pasti ada konsekuensinya baik buruk maupun baik. Itu yang harus kita tanggung atas setiap pilihan kita. Kalo ternyata berakibat baik ya bagus. Tapi kalo berakibat buruk mungkin kamu dapat berusaha untuk memperbaikinya tapi kamu harus dapat menerimanya, jangan menimpakan kesalahan ke orang lain.

Misalnya nih, kamu mau melakukan sesuatu tapi bingung terus kamu minta pendapat orang lain. Kamu menerima pendapat orang tersebut. Kemudian belakangan diketahui kalo pilihan yang kamu buat salah. Jangan salahkan orang lain karena kamu turut andil dalam mengambil keputusan tersebut. Orang itu memang memberikan pendapat tapi kan karena kamu minta. Yah…mungkin orang yang kamu minta pendapat turut andil, tapi jangan lepas tangan karena kamu yang membuat keputusan.

Misalnya lagi nih ada orang gay, kemudian dia marah sama lingkungannya karena gak bisa menerima dia apa adanya. HEI… jangan salahkan lingkunganmu dong!!!! Kamu yang memilih untuk menjadi gay maka kamu harus menanggung akibatnya kalo orang gak bisa menerima kamu apa adanya karena kamu emang menyimpang dari semua norma dan peraturan agama yang ada. Kalo kamu dijauhi karena gak pengen anaknya ataupun dia sendiri tertular keanehan kamu itu hak mereka dong. Jangan marah. Kalo kamu bilang aku nggak pernah pengen kayak gini, dari kecil aku udah kayak gini, kenapa kamu gak memilih untuk sembuh?? Kenapa kamu memilih untuk tetap gay??

Mungkin aku terlalu keras ya.. tapi pikiran itu yang tergambar di otakku saat itu..
Sori bagi yang membaca kalau ada yang tersinggung.
Aku mengakui kalo pilihanku untuk menampilkan pikiranku dalam blog emang berisiko.. entah itu baik atau buruk :)

Tidak ada komentar: